Limbah ternak kambing berupa limbah padat (mendil) dan limbah cair (urine) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Kotoran (mendil) jadi pupuk organik padat sedangkan kotoran cairnya jadi pupuk organik cair.

Namun dengan teknologi yang tepat guna kotoran padat (mendil) juga dapat direkayasa menjadi media untuk budidaya cacing

  1. LATAR BELAKANG

Kenapa kotoran kambing (mendil) harus melalui proses tertentu untuk bisa dimanfaatkan dengan cepat. Kotoran kambing apabila dibiarkan saja tidak diproses akan sulit sekali diserap oleh tanaman sebab kotoran kambing (mendil) sangat keras dan semakin dibiarkan akan semakin keras. Maka untuk bisa cepat dimanfaatkan harus diproses melalui proses fermentasi.

  1. Apa tujuan pengolahan limbah ternak kambing

Kotoran ternak kambing ( mendil ) kalau tidak di proses/ fermentasi

Unsur hara yang terakandung dalam kotoran tersebut akan lama diserap oleh tanaman.

Selain langsung sebagain pupuk mendil ( kororan kambing ) juga bisa din manfaatkan  sebagain media pemeliharaan ternak cacing

 

  1. Bagaimana cara membuat media cacing ?

Bahan bahan yang di perlukan untuk membuat media pemeliharaan cacing.

  1. Mendil (kotoran kambing/domba ) sebanyak 60 Kg
  2. Gergajian kayu sebanyak 40 Kg
  3. cacahan batang pisang sebanyak 10 kg
  4. fermentor 0,5 liter

     5.Tetes tebu sebanyak 4 gelas

  1. Air 10 liter.

 Alat yang di gunakan :

  1. Ember
  2. Gembor
  3. Terpal/plastik
  4. Para para /Rak
  1. Bagaimana cara membuat media ternak cacing ?
  • Buat campuran fermentor di tambah tetes kedalam 10 liter air
  • Campurkan mendil gergajian kayu dan cacahan batang pisang kemudian di ratakan dengan ketebalan 10 cm,
  • Selanjutnya di semprot dengan larutan fermentor dan tetes tadi hingga hingga kadar mencapai 40 %
  • Fermentasi secara tertutup dalam terpal/plastik selama 3 minggu
  • Setelah media itu jadi ditempatkan di para para /rak dengan ketebalan 10 cm
  • Media siap di tebari bibit cacing.
Bagaimana Cara Mengetahui Media Budi Daya Sudah Nyaman Bagi Cacing?         Perhatikan  perilaku  cacing,  jika  cacing  langsung masuk  ke media  kemungkinan cacing merasa nyaman dengan media pemeliharaan, sebaliknya jika cacing-cacing tersebut naik ke  permukanaan,  tandanya  media  pemeliharaan  kurang nyaman untuk cacing. Ketidaknymanan  cacing  pada  wadah  atau  media  pemeliharaan biasanya disebabkan kurangnya kelembapan dan sirkulasi udara, bisa juga di dalam media terdapat zat kimia tertentu yang tidak disukai oleh cacing, solusinya lakukan pergantian media dan gunakan bahan yang sesuai, baik jenis maupun persyaratan lingkungannya. 6. Apa Saja Benda-Benda Yang Harus Dihindari ? Selama pembuatan media dan pemeliharaan berlangsung, ada beberapa benda atau bahan yang  tidak  boleh  atau  tercampur  ke  dalam media  budi  daya  cacing.  Sebab  sedikit saja tercampur dapat membuat cacing tanah mati, beberapa benda tersebut antara lain: 1. Ampas kopi atau teh 2. Minyakatau bahan berminyak 3. Sabun atau bahan kimia 4. Bahanyang mengeluarkan bau keras 5. Tulang atau daging 6. Buahyang masam 7. Garam atau gula  8. Cabai
  1. Bagaimana Cara pemeliharan cacing:
  • Setelah cacing di lepas di media maka 15 hari setelah pelepasan media di balik perlahan lahan agar media tetap gembur.
  • Agar perkembangan biakan cacing lebih cepat perlu di beri pakan tambahan yang berupa ampas tahu dengan cara di tabur di atas media.
  • Pembalikan media di lakukan setiap 15 hari.
  • Setelah 3 bulan cacing siap dipanen .

Apa yang saya sampaikan tadi merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah ternak kambing sebagai media dalam budidaya ternak cacing sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih.

(Balai penyuluhan pertanian Kecamatan Tegalrejo)

Leave a Reply
Your email address will not be published.

You must be logged in to post a comment .