Magelang - (19/02/2019) bertempat di Auditorium Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Jurusan Peternakan telah diselenggarakan kuliah umum pada pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB dengan tema yang sangat menarik dan tengah menjadi trending topik di dunia peternakan yakni “Prospek Pengembangan Belgian Blue di Indonesia”.

Kuliah umum ini diikuti oleh 140 orang yang berasal dari mahasiswa semester I Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Jurusan Peternakan dengan 3 prodi yakni Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Reproduksi Ternak, serta Teknologi Pakan Ternak

Dalam pidato sambutannya, Dr. drh. Supriyanto, M.P. menyampaikan beberapa hal mengenai gambaran ulang belgian blue, sebab dikembangkannya serta memberikan contoh kepada mahasiswa untuk senantiasa mencintai bidang yang telah dipilih khususnya di peternakan agar nantinya dalam menjalankan suatu program maupun menciptakan suatu inovasi dapat berjalan berkelanjutan dan menghasilkan profit maksimal bersama dengan manfaatnya.

 

Narasumber kuliah umum kali ini adalah Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes., Beliau adalah seorang guru besar di bidang genetika dan reproduksi veteriner fakultas kedokteran hewan Universitas Udayana, tim ahli pengembangan sapi belgian blue Indonesia, serta tim pakar pendampingan UPT pembibitan nasional.

Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M.Kes. yang sudah berkecimpung dan mencintai bidangnya tidak hanya berbicara mengenai teori dari belgian blue serta prospek pengembangannya saja, beliau bercerita mengenai pengalaman apa saja yang dialami selama belgian blue masuk ke Indonesia dan dikenal oleh banyak khalayak.

Beberapa metode pengembangan yang dilakukan untuk mengupayakan agar belgian blue ada di Indonesia yakni dengan transfer embrio, dengan komposisi darah 100% belgian blue. Metode ini menghasilkan belgian blue murni. Selanjutnya menggunakan metode inseminasi buatan yakni persilangan dengan sapi eksotik/lokal dengan semen beku memilikikomposisi darah 50% belgian blue.

Prof. I Ketut Puja juga menjelaskan bahwa dalam pengembangannya tidak ada hambatan untuk murni maupun lokal, selanjutnya secara sosial belum adanya penolakan terhadap keberadaan belgian blue di Indonesia.

Rekomendasi yang dianjurkanpun dibeberkan kepada peserta kuliah umum bahwa perlu adanya data produktivitas sapi murni danhasil silangan yang lahir di indonesia, perlunya data penampilan reproduksi, data analisis sapi aseptoryang ideal untuk persilangan, peninjauan Average Daily Gain (ADG) dan Feed Convertion Ratio (FCR) agar sesiuai dengan kondisi geografis di Indonesia. (PolbangtanYoMa/FikaAsti).

Leave a Reply
Your email address will not be published.

You must be logged in to post a comment .