Pada Tahun 2017 ini, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan  Program  UPSUS  SIWAB, yakni Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting yang bertujuan meningkatkan populasi dan produksi ternak rumanansia besar. Untuk itu perlu diusahakan perbanyakan anak sapi yang dapat dilakukan oleh induk sapi betina selama masa produksi untuk mendukung swasembada daging.  Selain faktor bibit, perkandangan, pakan dan kesehatan, tatalaksana pemeliharaan ternak khususnya dalam diagnosa kebuntingan setelah ternak dikawinkan juga perlu diperhatikan sebagai faktor penting dalam manajemen reproduksi ternak.

Upaya untuk mendukung peningkatan populasi ternak terutama pada usaha peternakan sapi rakyat diperlukan suatu teknologi tepat guna. Diagnosa kebuntingan sapi dengan menggunakan air accu zuur merupakan salah satu teknologi terapan yang  sederhana, murah, aman bagi ternak dan mudah dilakukan peternak sendiri.

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah

  1. Spet plastic 5 ml tanpa jarum sebanyak 2 buah  yang berguna untukmengambil urine sapid an satunya untuk  mengambil air accu zuur  
  2. Gelas plastik/kaca. sebanyak 2 buah
  3. Alat pengaduk dua buah
  4. Air accu zuur sebanyak 1 ml
  5. Aquadest/air aqua 5 ml
  6. Urine sapi 1 ml
Cara Kerja :
  1. Pada pagi hari, sekitar jam enam, siram punggung sapi betina yang diduga bunting, agar sapi mau kencing dan tampunglah  urine dengan ember
  2. Encerkan urine sapi 1 ml dengan 5 ml aquadest atau air aqua dalam gelas dan gojak pelan-pelan sampai homogen
  3. Ambil gelas lain dan campurkan larutan air accu zuur 1 ml kedalam urine+aquadest 2 ml dan dan diamati dalam waktu ± 5 s/d 10 menit.
Ciri-ciri sapi bunting dan tidak bunting a. Ciri-ciri bunting :     Warna cairan dari bening kekuningan menjadi merah muda / keunguan timbul gelembung udara yang menembpel pada gelas. b. Ciri-ciri tidak bunting : warna tidak berubah, tidak ada gelembung gas  

Diagnosa kebuntingan ini cukup mudah, dapat dilakukan oleh petani sendiri, tidak berbahaya bagi sapinya, bahan cukup murah namun hasilnya cukup akurat dan telah teruji. Dengan deteksi kebuntingan yang lebih dini akan lebih cepat memberikan informasi tentang keberhasilan perkawinan, sehingga dapat segera dilakukan evaluasi. Semoga peternak dapat melakukan deteksi kebuntingn ini, dan bila kurang jelas dapat bertanya langsung pada saat ini atau datang langsung ke STPP Magelang.

Narasumber : Ir. Nuryanto, M.S. & Alfred Rudyanto Mage

 
Leave a Reply
Your email address will not be published.
  • ( will not be published )