Sebuah kegiatan usaha apapun produknya tentunya akan menghasilkan produk utama dan produk ikutan yang berupa limbah. Seperti halnya pabrik, usaha pertanian dan peternakan pun akan selalu menghasilkan limbah. Khususnya limbah peternakan jika tidak ditangani dengan baik limbah limbah ini tentunya akan menimbulkan masalah yang dalam jangka panjang atau volume tertentu akan menggangu kelangsungan dari usaha tersebut. Misalnya bisa menimbulkan pencemaran lingkungan, timbul penyakit, menggangu kesehatan ternak dan manusia dan masalah sosial yang lain. Namun sebaliknya jika kita bisa mengelola limbah ternak ini maka akan menjadikan kelancaran dan kelangsungan usaha peternakan itu sendiri bahkan bisa menjadi sumber pendapatan sampingan.

Apa saja yang termasuk kedalam limbah usaha peternakan :

Yang dimaksud usaha perternakan disini bukan hanya budidaya akan tetapi sampai dengan pasca panen dan pengolahan. Misalnya untuk usaha pemotongan ayam, RPH dan juga penetasan.

Limbah dari usaha peternakan ini berdasarkan jenis ternaknya bisa dibedakan menjadi 2 yaitu ruminansia dan non ruminansia.

Ruminansia

   - Kulit                     - Tulang

  - Darah                  - Jerohan

   - Tanduk                - Feces

   - Urine

Non Ruminansia

- Bulu                     - Telur tetas/Infertil/cangkang telur

- Feces/manur        -  DOC Cacat

Apakah limbah pertanian dan peternakan itu saling berkaitan :

Sebenarnya kalo kita lihat kehidupan petani di pedesaan tempo dulu merupakan gambaran kecil yang sangat tepat untuk usaha pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Dimana setiap petani memilki lahan sawah/ladang untuk berbagai usaha pertanian dan mereka memiliki ternak dirumah misalnya sapi, kambing/domba.

Limbah pertanian yang berupa jerami atau daun daun sisa panen dan gulma yang ada disawah di bawa pulang oleh petani untuk untuk pakan ternak dirumah. Selain lahan sawah/ladang menjadi bersih juga ternak mereka mendapatkan pakan yang cukup. Sedangkan limbah ternak yang dihasilkan berupa kotoran padat/feses yang sudah matang akan dibawa ke sawah/ladang untuk menjadi pupuk bagi tanaman pertanian. Sehingga dengan kondisi seperti ini kesuburan tanah tetap terjaga.

Namun kenyataan sekarang sudah mulai bergeser dimana sebagian wilayah limbah pertanian dibakar karena pemiliknya tidak punya ternak, namun disisi lain banyak peternak yang tidak memiliki sumber hijauan pakan ternak sehingga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya terutama pada musim kemarau.

Pada intinya peternakan dan pertanian merupakan sebuah mata  rantai yang tidak bisa di pisahkan, sehingga jika mata rantai tersebut putus akan terjadi sebuah bencana yang mengancam manusia itu sendiri. Akhir dari peternakan merupakan awal bagi pertanian dan akhir dari pertanian merupakan awal bagi peternakan

Bagaimanakah karakteristik dari limbah peternakan itu  dan apa bedanya dengan limbah yang lain :

Tahap awal yang sangat penting harus diketahui dalam pengelolaan limbah, termasuk limbah peternakan adalah berapa jumlah yang pasti dan karakteristik limbah tersebut. Diketahuinya karakteristik limbah peternakan merupakan faktor yang sangat berperan untuk mendesain sistem pengelolaan secara biologis. Karakteristik limbah peternakan dapat dibagi menjadi tiga kelompok sifat, yaitu sifat fisik, kimia dan sifat biologis.

Secara fisik karakteristik limbah peternakan dapat diketahui berdasarkan bentuk (padat, semi padat dan cair), tekstur (kekompakan) dan jumlah (kg per unit ternak) yang dihasilkan.  Secara kimiawi sifat limbah ditentukan oleh  komposisi zat kimia yang terkandung dan tingkat keasaman (pH).  Secara biologis sifat limbah ditentukan oleh jenis dan populasi mikroflora-fauna yang terkandung di dalamnya, yang biasanya dicerminkan oleh jenis dan populasi yang terdapat di dalam sistem pencernaan hewan ternak yang menghasilkan limbah tersebut.  Secara umum, ketiga sifat tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis dan umur ternak, pakan yang diberikan, tipe ternak dan cara pemeliharaannya.

Secara umum dinyatakan bahwa limbah peternakan dikategorikan sebagai limbah yang volumenya sedikit akan tetapi memiliki daya cemar yang sangat tinggi. Sangat berbeda dengan limbah perkotaan yang besifat   bulky, yaitu volumenya banyak akan tetapi daya cemarnya relatif rendah.  Limbah peternakan mengandung sebagian besar bahan padat dan sedikit air sedangkan limbah perkotaan mengan-dung sebagian besar air dan sedikit bahan padatnya

Setelah mengetahui jenis limbah tersebut maka kita bisa menetukan apa yang bisa kita lakukan dengan limbah tersebut.

Apa yang akan terjadi jika limbah peternakan tidak dikelola dengan baik :

Limbah ternak apapun itu bentuknya merupakan hasil ikutan yang mau tidak mau, suka tidak suka pasti akan ikut bertambah banyak sebanding dengan jumlah ternak yang kita pelihara. Semakin banyak ternak yang kita pelihara semakin banyak pula limbahnya.

Oleh karena itu jika tidak dikelola dengan baik maka dimungkinkan akan :

  1. Menimbulkan pencemaran

           - Lingkungan (masalah sosial)

           - Produk utama (ternak, susu, telor,daging dll)

  1. Menimbulkan penyakit (bagi ternak itu sendiri atau manusia)
  2. Kerugian ekonomi

Namun jika limbah ternak ini bisa dikelola dengan baik maka akan diperoleh keuntungan keuntungan dari limbah itu sendiri.

  1. Meningkatkan kualitas lingkungan
  2. Meningkatkan Pendapatan
  3. Memperluas lapangan Kerja

Bagaimanakah pengelolaan limbah padat yang berupa kotoran sapi/kerbau supaya tidak menjadi masalah :

  1. Limbah dari ternak sapi memang volumenya cukup banyak dibandingkan dengan ternak lain, selain itu juga ada limbah lain yang berupa urine
  2. Supaya tidak mengganggu limbah ini perlu ditampung. Tempat penampungan harus disesuiakan volume limbah yang dihasilkan.
  3. Tempat penampungan limbah sendiri sebaiknya harus jauh dari tempat tinggal atau perumahan serta tidak beresiko menggangu lingkungan
  4. Limbah ternak yang sudah terkumpul harus di olah dengan baik menjadi produk pupuk organik atau ada yang di jual dengan kondisi masih belum matang.

Untuk pembuatan pupuk organik

Bahan –bahan yang digunakan

   1.Limbah kotoran ternak  100 kg

  1. Serbuk gergaji 3-5 kg
  2. Abu/arang sekam 10 kg
  3. Kalsid / kapur 2-3 kg
  4. Dekomposer 0,25kg

Alat yang digunakan :

  1. Sekop/cangkul
  2. Goni/penutup
  3. Semua bahan dicampur sampai homogen mulai dari bahan yang terkecil/sedikit
  4. Bahan tersebut ditumpuk/ditimbun setinggi 1,5 m dan diusahakan merata
  5. Diusahakan ditempat terlindung pembuatannya ditempat yang ada atapnya
  6. Lakukan pembalikan tumpukan tersebut setiap 7 hari sekali sebanyak 3-4 kali

 

Bagaimanakah pengelolaan limbah ternak yang berupa urin sapi :

Limbah ternak sapi khususnya yang berupa urine memang cukup banyak terlebih lagi pada musim penghujan. Selain faktor cuaca juga kondisi pakan hijauan yang banyak mengandung air akan menjadikan ternak ruminansia banyak kencing.

Penampungan bisa berupa bak atau drum.

Ada juga yang langsung dimasukkan ke dalam digester biogas bersama dengan kotoran.

Limbah ternak yang berupa urine yang sudah di tampung bisa di olah menjadi pupuk organik cair. Caranya dengan menambahkan 0,5 liter bio aktifator /fermentor , dan 1 liter tetes tebu kedalam 100 liter urine sapi. Proses fermentasi selama 2 minggu. Penggunaan 1 gelas untuk tangki 14 liter dengan cara disemprotkan.

Pupuk dari urine ini selain kandungan unsur makro nya (NPK) nya lebih tinggi dari pada pupuk padat juga mengandung zat perangsang tumbuh (ZPT) dan baunya yang khas juga tidak disukai oleh hama tanaman.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan limbah yang berasal dari kotoran ayam/unggas :

  1. Kotoran unggas mengandung protein yang cukup tinggi sehingga kandungan N nya cukup banyak, bila digunakan untuk pupuk organik sangat baik untuk jenis sayuran karena cepat menjadikan tanaman lebih subur.
  2. Untuk memanfaatkan kotoran unggas khususnya ternak ayam broiler/puyuh/ petelur bisa dilakukan dengan mengolahnya menjadi pakan alternatif ikan lele.

Caranya 10 kg kotoran ayam dalam wadah dicampur dengan 2 kg ketela pohon yang sudah di potong kecil kecil kemudian ditambah air supaya lembab.  Campuran  tersebut didiamkan selama 5 hari.  Dengan demikian akan muncul belatung yang bisa digunakan untuk pakan ikan.

Untuk usaha pemotongan ternak baik unggas ataupun sapi apakah darah bisa digunakan :

  1. Darah merupakan salah satu limbah ternak yang banyak di hasilkan di rumah pemotongan hewan. Jika bisa ditampung darah bisa digunakan untuk pupuk organik cair.
  2. Caranya :

Ambil darah ternak (sapi,kerbau,kuda,jenis unggas) sebanyak yang diperlukan diusahakan yang bersih bila ambil dari saluran pemotongan diusahakan disaring dulu

  1. Dimasukan kedalam drum sebaiknya sedikit demi sedikit dan sambil campur dengan mikro organisme dan empon-empon)
  2. Perbandingan urine dan mikro organisme atau empon-empon100-200 lt darah 1 liter Mikro organisme/empon-empon 0,5-2 kg lebih banyak lebih baik
  3. Setelah cukup airpum/aerator/pengaduk baru dipasang dan dihubungkan dengan selang Air pum dibiarkan hidup dan posisi selang bagian ujung di dalam drum
  4.  Didiamkan sampai 21 hari baru bisa digunakan

Cara penggunaan

  1. Mengambil satu bagian baru dicampur dengan air 10 bagian
  2. Penggunaan boleh di semprotkan atau dikocorkan langsung di bagian tanaman diberikkan tiap tanaman 1-2 gelas minum
  3. Paling baik diberikan tanaman  pada sore hari

Selain cara tersebut di atas darah bisa digunakan pula sebagai pakan ikan.

 Apakah limbah bisa digunakan untuk alternatif lain selain untuk pupuk dan pakan ternak :

Selain sebagai pupuk dan pakan  ikan limbah juga  bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yaitu biogas. Caranya limbah padat dari ternak dicampur air kemudian dimasukkan ke dalam tampungan rapat  (digester). Sehingga  dalam tempo  14 hari mulai keluar gas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga.

 Limbah ternak  yang  bersal dari RPH  yang berupa isirumen bisa digunakan sebagai MOL.

 

Penutup

Limbah merupakan sebuah konsekwensi dari usaha peternakan sehingga kehadirannya tidak perlu di hindari. Jika ternak dipelihara masih ada kemungkinan tidak beranak atau tidak bisa bertambah gemuk tetapi satu hal yang pasti selama ternak masih hidup tentu akan menghasilkan limbah baik yang berupa padat ataupun cair.

Pekerjaan bagi  peternak yang tidak boeh ditinggalkan adalah pengelolaan limbah. sehingga limbah itu tidak menjadi masalah tetapi menjadi berkah. Pengolahan limbah sendiri bisa dilakukan dengan berbagai macam cara menurut jenis limbahnya dan tujuan pengolahannya.

Penggunaan limbah ternak menjadi pupuk organik sangatlah di utamakan sehingga kelangsungan kesuburan lahan dan kecukupan kebutuhan pakan ternak dapat selalu terjaga.

Leave a Reply
Your email address will not be published.

You must be logged in to post a comment .